Minggu, 07 Oktober 2012
PERKEMBANGAN DAN TREND KEDEPAN TELEMATIKA
Telematika dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Perkembangan telematika sekarang ini sangat melesat didalam dikehidupan manusia. Kemampuan dalam berpikir dan berinteraksi mempunyai suatu peradaban manusia. Untuk sekarang ini memang sering di perbincangkan tentang Telematika, tetapi bagi di Negara kita telematika masih jauh tertinggal oleh Negara-Negara lainnya. Cina, Jepang, singapore, dan lain-lainya Negara tersebut sangat memahami tentang telematika. Sementara itu di Indonesia sekarang ini, sedang mengembangkan prasarana telematika-telematika yang menghubungkan prasarana informasi dan telekomunikasi tersebut.
Di Negara kita Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat :
1. Periode Rintisan
2. Periode Pengenalan
3. Periode Aplikasi
Perkembangan yang dapat kita rasakan berdasarkan fenomena tesebut adalah perkembangan periode Aplikasi, dimana semua bidang berlomba – lomba untuk menciptakan suatu system aplikasi yang dapat member kemudahan bagi pekerjaan mereka masing – masing (kantor,sekolah,lembaga swasta,negeri,dll).
Perkembangan teknologi telematika kedepan menurut saya akan mengacu pada kemudahan untuk akses – akses komunikasi dan informasi bagi para user. Mereka akan berlomba – lomba untuk berpikir bagaimana informasi dapat tersedia dengan cara yang efesien dan efektif (baik dari segi biaya, kualitas dan waktu). Komunikasi pun akan berusaha untuk dapat menghubungkan jarak – jarak yang mingkin selama ini masih terbatas oleh tiga hal utama (biaya,waktu dan kualitas).
Semua itu akan dirangkum dalam suatu perkembangan yang luar biasa pesat dengan dukungan dari berbagai kebutuhan masyrakat yang semakin meningkat akan teknologi pada telematika.
Jumat, 05 Oktober 2012
CARA KERJA JARINGAN WIRELESS
Sistem wireless terdiri dari tiga komponen dibutuhkan. Yaitu:
1. Sinyal Radio (Radio Signal).
2. Format Data (Data Format).
3. Struktur Jaringan atau Network (Network Structure).
Sinyal Radio bekerja pada lapisan bawah yang biasa disebut dengan physical layer, atau lapisan fisik. Lalu Format Data atau Data Format mengendalikan beberapa lapisan diatasnya. Dan strukture jaringan berfungsi sebagai alat untuk mengirim dan menerima sinyal radio.Saat akan mengirim data, peralatan-peralatan Wireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang mengubah data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat menerima, peralatan tadi berfungsi sebagai alat yang mengubah sinyal radio menjadi data digital yang bisa dimengerti dan diproses oleh komputer.
Prinsip dasar yang digunakan pada teknologi wireless ini sebenarnya diambil dari persamaan yang dibuat oleh James Clerk Maxwell di tahun 1964. Dalam persamaan itu, dengan gamblang dan jelas Maxwell berhasil menunjukkan fakta bahwa, setiap perubahan yang terjadi dalam medan magnet itu akan menciptakan medan-medan listrik. Dan sebaliknya, setiap perubahan yang terjadi dalam medan-medan listrik itu akan menciptaken medan-medan magnet. Maxwell menjelaskan… saat arus listrik (AC atau alternating current) bergerak melalui kabel atau sarana fisik (konduktor) lainnya, maka, beberapa bagian dari energynya akan terlepas ke ruang bebas di sekitarnya, lalu membentuk medan magnet atau alternating magnetic field.Kemudian, medan magnet yang tercipta dari energy yang terlepas itu akan menciptakan medan listrik di ruang bebas, yang kemudian akan menciptakan medan magnet lagi, lalu medan listrik lagi, medan magnet lagi, dan seterusnya, hingga arus listrik yang asli atau yang pertama terhenti.
Bentuk energy yang tercipta dari perubahan-perubahan ini, disebut dengan radiasi elektromagnetik (electromagnetic radiation), atau biasa kita kenal sebagai gelombang radio. Itu artinya, radio dapat di definisikan sebagai radiasi dari energi elektromagnetik yang terlepas ke udara (ruang bebas). Alat yang menghasilkan gelombang radio itu biasa dinamakan TRANSMITTER. Lalu alat yang digunakan untuk mendeteksi dan menangkap gelombang radio yang ada udara itu, biasa dinamakan RECEIVER. Nah, agar kedua alat tadi (transmitter dan receiver) lebih fokus saat mengirim, membuat pola gelombang, mengarahkan, meningkatkan, dan menangkap sinyal radio, ke dan dari udara, maka dibantulah dengan alat lain, yaitu ANTENA. Berkat persamaan dari Maxwell, transmitter, receiver, serta antena, yang kemudian disatukan dalam semua peralatan wireless LAN itulah, maka komputer bisa berkomunikasi, mengirim dan menerima data melalui gelombang radio, atau biasa disebut dengan wireless netwok.
Vendor wireless LAN biasanya menyebutkan transfer rate maksimum pada adapter buatan mereka. Model yang menggunakan standar 802.11 dapat mentransfer data hingga 2 megabit per detik, baik dengan metode frequency hopping atau direct sequence. Adapter yang menggunakan standar OpenAir dapat mentransfer data hingga 1,6-mbps menggunakan frequency hopping. Dan standar terbaru, HomeRF dapat mengirim dan menerima data dengan kecepatan 1,6-mbps (dengan menggunakan metoda frekuensi hopping). Wireless LAN kecepatan tinggi menggunakan standar 802.11b–yang dikenal sebagai WiFi–mampu mengirim data hingga 11-mbps dengan protokol direct sequence.
Sumber: http://bresseker.wordpress.com/2011/10/07/bagaimana-cara-kerja-jaringan-wireless/
LAYANAN TELEMATIKA
TELEMATIKA, berasal dari istilah dalam bahasa Perancis "TELEMATIQUE" yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Pertama kali memperkenalkan kata ini adalah penulis buku berjudul “L’informatisation de la Societe” yaitu Simon Nora dan Alain Minc pada tahun 1978.
Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS" sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai "the new hybrid technology" yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah "konvergensi". Menurut Wikipedia, Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Telematika berhubungan erat dengan kebutuhan pengguna (user) untuk pemenuhan informasi yang dinginkan user. Hal tersebut berhubungan dengan layanan- layanan (service) yang ada pada telematika.
Layanan-layanan tersebut dapat dikategorikan menjadi 4 layanan, yaitu sebagai berikut :
Layanan Informasi (Information Service)
Layanan Infromasi (information service) menggabungkan suatu sistem komunikasi dengan kendaraan yang bergerak. Ada beberapa contoh layanan informasi, misalnya internet services yang saat ini sudah lazim.
• Real-time traffic information (Mobile data dan mobile television)
Real time traffic information (Mobile data dan mobile television) memberikan kita kemudahan mengenai arus lalu lintas yang kita butuhkan informasinya. Mobile data dapat digunakan untuk menerima saluran TV dan program, dengan cara yang sama ke ponsel, tetapi menggunakan TV LCD perangkat.
• Telematik terminal
Secara umum, terminal telematika tidak memiliki perangkat layar, cara mereka memberikan informasi gambar kepada pengguna adalah dengan menggunakan sebuah perangkat tampilan, misalnya, yang sudah marak digunakan saat ini adaLah Liquid Crystal DispLay (LCD).
Layanan keamanan (Security Service)
Layanan keamanan memberikan fasilitas yang berfungsi untuk untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau beroperasi tidak seharusnya. Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan.
Layanan Context-Aware dan Event-base (Context-Aware Service)
Layanan Context awareness memiliki kemampuan sistem yang dapat memahami user, network, lingkungan, dan dengan pemahaman tersebut dapat melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan user. Ada tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
a. The acquisition of context
b. The abstraction and understanding of context
c. Application behaviour based on the recognized context
• Navigation
Navigasi merupakan suatu proses untuk membaca dan mengendalikan pergerakan suatu kendaraan atau benda dari satu tempat ke tempat lain..
• Global Navigation Satellite System atau GNSS
GNSS merupakan sebuah istilah untuk sistem navigasi satelit yang menyediakan posisi dengan lingkup yang global atau luas.
• LBS (Location-Based Service)
LBS (location-based service) merupakan bagian yang lebih sederhana dalam context awareness, pada saat user mencari keyword tertentu, maka ia akan mendapatkan hasil yang berbeda tergantung pada posisi user.
Layanan Perbaikan sumber (Resource Discovery Service)
Layanan telematika yang terakhir adalah layanan perbaikan sumber. Resource Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. The RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
Sumber :
http://kangnanto.com/berita-198-telematika.html
http://rayhans09.blogspot.com/2011/10/seperti-yang-telah-kita-ketahui.html
http://code86.wordpress.com/2009/11/19/layanan-interface-dan-fitur-fitur-telematika/
KOLABORASI ARSITEKTUR
Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server :
A. Arsitektur Single- Tier
Definisi arsitektur single-tier, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini, adalah bahwa semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Kelemahan dari jenis ini adalah keamanannya lebih rendah dan kurangnya skalabilitas. Sebuah arsitektur skalabel dapat dengan mudah ketika diperluas atau ditambah untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kinerja.
B. Arsitektur Two-tier
Dalam arsitektur klien / server dua lapis , antarmuka pengguna ditempatkan di lingkungan desktop dan sistem manajemen database. Biasanya dalam sebuah server, yang lebih kuat merupakan mesin yang menyediakan layanan bagi banyak klien. Pengolahan informasi dibagi antara sistem user interface lingkungan dan lingkungan server manajemen database.
C. Arsitektur Three-tier
Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan diantara sistem user interface lingkungan klien dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server.
Three tier dengan server pesan
Pada arsitektur ini, pesan akan diproses dan diprioritaskan. Header pesan memiliki prioritas yang mencakup informasi, alamat dan nomor identifikasi. Server pesan dihubungkan ke relasional DBMS dan sumber data lainnya. Sistem pesan alternatif untuk infrastruktur nirkabel.
Sumber: http://anidotnet.blogspot.com/2011/12/arsitektur-dari-sisi-server-admin-dan.html
ARSITEKTUR TELEMATIKA
Arsitektur Telematika ( sisi client / server)
• Arsitektur Client
Merujuk pada pelaksanaan data pada browser sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi eksekusi client dan contoh dari sisi penyimpanan pada client adalah cookie.
Karakteristik :
- Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.
- Menunggu dan menerima balasan.
- Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
- Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.
• Arsitektur Server
Pada server side, ada sebuah server Web khusus yang bertugas mengeksekusi perintah dengan menggunakan standar metode HTTP. Misalnya penggunaan CGI script pada sisi server yang mempunyai tag khusus yang tertanam di halaman HTML. Tag ini memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi.
Karakteristik :
- Menunggu permintaan dari salah satu client.
- Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.
- Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.
- Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.
Sumber: http://niaas8.wordpress.com/2011/10/14/arsitektur-telematika-sisi-client-server-serta-kolaborasinya/
DEFINISI TELEMATIKA
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999.
Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.
Sumber: http://obelghacuex.blogspot.com/2009/12/definisi-telematika.html
Senin, 04 Juni 2012
OLAHRAGA VOLLEYBALL
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul: “Olahraga Volley Ball”.
Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat menyelesaikan dengan baik dan tangan terbuka menerima masukan, saran, dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.
Bekasi, April 2012
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB 1: PENDAHULUAN
1.1. Rumusan Masalah .................................................................................................. 1
1.2. Tujuan Penulisan .................................................................................................... 2
BAB 2: OLAHRAGA VOLLEY BALL
2.1. Pengertian Volley Ball .......................................................................................... 3
2.2. Sejarah Volley Ball ............................................................................................... 3
2.3. Ukuran Lapangan .................................................................................................. 4
2.4. Bagaimana Cara Permainannya? .......................................................................... 4
2.5. Urutan Serve ......................................................................................................... 4
2.5.1. Perhitungan Angka ...................................................................................... 4
2.5.2 Sistem Pertandingan ..................................................................................... 4
2.6. Teknik Permainan Bola Voli ................................................................................ 6
2.6.1 Servis ............................................................................................................ 6
2.6.1.1 Servis Tangan Bawah .................................................................... 6
2.6.1.2. Tennis Servis ................................................................................ 6
2.6.1.3. Floating Servis .............................................................................. 6
2.6.1.4. Cekis ............................................................................................. 7
2.6.1.5. Macam-macam Servis .................................................................. 7
2.6.2 Passing ......................................................................................................... 7
2.6.2.1 Passing Bawah .............................................................................. 7
2.6.2.2 Passing Atas .................................................................................. 7
2.6.3 Smash (Pukulan) .......................................................................................... 8
2.6.4 Membendung (Blocking) ............................................................................. 8
2.6.5. Libero .......................................................................................................... 8
BAB 3: KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 9
3.2 Saran ............................................................................................................... 9
BAB 4: PENUTUP
4.1 Penutup .......................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 11
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Rumusan Masalah
Seiring dengan berjalannya waktu, banyak orang-orang yang mengutamakan kesehatan adalah hal yang terpenting untuk kehidupan semua orang. Akan tetapi tidak semua orang menyukai olahraga, karena tidak semua orang-orang yang berkondisikan badan sehat dan fit.
Saat ini, olahraga menjadi ajang kesenangan maupun hobby yang banyak dilakukan oleh para kalangan usia kecil, usia muda, dan usia lanjut pun senang melakukan olahraga, karena selain dari kesenangan masing-masing juga dapat membuat badan sehat, berkeringat, dan menjadi suatu kegiatan diluar jam kesibukan.
Olahraga di Indonesia saat ini sudah mulai memperlihatkan perkembangannya dalam berbagai hal, seperti kejuaran tingkat daerah, tingkat nasional, maupun tingkat internasional. Salah satu olahraga ini adalah Olahraga Volley Ball, dimana olahraga yang banyak digemari oleh berbagai kalangan dari usia kecil sampai lanjut usia banyak yang mengikuti berbagai tournament bola volly diberbagai tingkat kejuaraan.
1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah membuat makalah tentang Olahraga Volley Ball yang diharapkan dapat menambah informasi tentang Olahraga Voli baik dalam pertandingan maupun cara teknik permainannya.
BAB II
OLAHRAGA VOLLEY BALL
Volly merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua group secara berlawanan dengan dipisahkan oleh jaringan net yang dipasang tepat ditengah-tengah sehingga membagi lapangan volly menjadi dua bagian sama besar, danmasing-masing group diisi oleh dua pemain.
Olahraga ini, jika dirating mungkin berada di urutan ketiga setelah sepak bola dan badminton sebagai olahraga yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia. Oleh karena,artikel ini khususnya olahraga volly ini diketahui banyak oleh kalangan supaya kita menjalankan suatu aktivitas didasari dengan ilmunya.
Sejarah Volley Ball
Pada mulanya olahraga ini bernama mintonette dan ditemukan olehWilliam G. Morgan yang berprofesi sebagai instruktur pendidikan jasmani, pada tahun 1895. Perubahan nama permainan dari Mintonette menjadi Volley Ball terjadi pada tahun 1896 bersamaan dengan pengenalan pertandingan untuk pertama kalinya di International YMCA Training School.
Pada saat itu, sang penemu Mintonette diundang untuk mendemonstrasikan olahraga temuannya itu oleh Dr Luther Halsey. Dimana Morgan membaw dua tim dengan masing-masing tim diisi oleh lima pemain, dan timnya itu dipertandingkan.
Ketika itu, Morgan belum secara tegas menyebutkan berapa jumlah pemain resmi yang seharusnya mengisi format olahraga volly yang ditemukannya itu. Menurutnya bebas saja, dalam artian tak ada batasan baku untuk mengisi jumlah pemain disetiap tim sampai akhirnya diputuskan bahwa setiap tim dalam olahraga volly sebanyak 6 orang. Dan itu telah menjadi aturan internasional yang harus ditaati sebagai aturan resmi.
Ukuran Lapangan
Dalam peraturan internasional, sebuah lapangan volly berukuran panjang 18 dan lebarnya 9 meter. Sedangkan tinggi netnya: untuk putera setinggi 2,43 m dan untuk putri 2,24 m. Selain itu, ada yang disebut dengan garis batas serang untuk pemain belakang dengan jarak 3 meter dari garis yang sejajar dengan net.
Bagaimana Cara Bermainnya?
Bermain volly memerlukan 6 orang untuk mengisi formasi satu tim. Tiap-tiap tim dianggap memenangkan pertandingan apabila sudah ada yang mencapai angka 25 terlebih dahulu (sistem rally point). Hitungan tersebut berlaku apabila jalannya pertandingan standar, artinya tidak terjadi juize. Kalau terjadi juize maka pertandingan terus dilanjutkan sampai akhirnya tim mengumpulkan point terbanyak dengan selisih dua point dati tim lawannya.
Dalam sebuah tim terdapat 4 peran penting, yaitu spiker dan tosser. Yang dimana tugas spaiker adalah melakukan smash-smash dengan tujuan secepatnya mematikan permainan lawan. Sedangkan seorang tosser bertugas memberikan umpan bole kepada spaiker untuk melakukan smash. Peranan tosser dalam permainan bola volly ini sangatlah penting karena menuntut kejelian yang sangat tinggi.
Urutan serve
1. Penghitungan angka
Aturan permainan dari bola voli adalah:
• Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai
• Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh akan mendapat nilai
2. Sistem Pertandingan
• Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim.
• Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
• Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
• Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain.
• Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
• Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
• Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
• Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
• Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
• Kesalahan meliputi:
o Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
o Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola voli harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan.
o Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan.
o Pada saat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan.
o Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
o Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
o Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
o Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
• Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakhir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
• Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
• Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan internasional.
Teknik Permainan Bola Voli
1.Servis
Servis pada zaman sekarang bukan lagi sebagai awal dari suatu permainan atau sekedar menyajikan bola, tetapi sebagai suatu serangan pertama bagi regu yang melakukan servis. Servis terdiri dari servis tangan bawah dan servis tangan atas.Servis tangan atas dibedakan lagi atas tennis servis,floating dan cekis.
• servis tangan bawah
1. mula-mula pemain berdiri dipetak servis dengan kaki kiri lebih kedepan dari kaki kanan.
2. bola dipegang dengan tangan kiri
3. bola dilambungkan tidak terlalu tinggi,tangan kanan ditarik ke bawah belakang
4. setelah bola kira-kira setinggi pinggang,lengan kanan diayunkan lurus kedepan untuk memukul bola
5. telapak tangan menghadap bola dan tangan ditegangkan untuk mendapat pantulan yang sempurna,tangan dapat pula menggenggam.
• tennis servis
1. persiapan dimulai dengan mengambil posisi kaki kiri lebih kedepan, kedua lutut agak rendah
2. tangan kiri dan kanan bersama-sama memegang bola,tangan kirimenyangga bola,tangan kanan di atas bola.
3. bola dilambungkan dengan tangan kiri kira-kira 1/2 meter di atas kepala
4. tangan kanan ditarik kebelakang atas kepala,menghadap depan
5. lakukan gerakan seperti mensmesh bola,perhatian terpusat pada bola
6. lecutan tangan diperlukan pada saat perkenaan bola.
• floating servis
1. posisi kaki sama seperti tennis servis
2. tangan kiri memegang bola dan tangan kanan disamping setinggi pelipis
3. dengan tangan kiri bola dilambungkan ssedikit kesamping kanan tidak terlalu tinggi
4. setelah bola melambung keatas setinggi kepala, tangan kanan dipukulkan pada bagian tengah bola.
5. pukulan float dapat dilakukan dengan beberapa cara:
6. dengan tumit tangan
7. dengan tangan, dimana ibu jari dilipat kedalam dan menempel pada telapak tangan
8. memukul dengan tangan tergenggam.
• cekis
sikap permulaan dengan mengambil sikap berdiri menyamping dengan tubuh bagian kiri lebih dekat kejaring.
- bola dipegang tangan kiri dan kanan.
- saat bola dilambungkan, badan diliukkan sedikit kebelakang dan lutut ditekuk
- kedua tangan dijulurkan kearah samping bawah kanan dalam keadaan memegang bola.
- bola dilambung keatas kepala dengan kedua belah tangan.
- setelah bola lepas, tangan kanan ditarik kesamping kanan bawah, liukkan badan kekanan.
- berat badan ada dikaki kanan,telapak tangan menghadap keatas
- setelah bola ada pada jangkauan tangan,secepatnya bersama sama lengan,liukkan badan kesamping kiri
- perkenaan bola bagian bawah belakang bola,pukulan bola dibantu liukkan badan dan lecutan tangan.
• Service ada beberapa macam:
- Service atas adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
- Service bawah adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
- Service mengapung adalah service atas dengan awalan dan cara memukul yang hampir sama. Awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
Yang perlu diperhatikan dalam service antara lain :
• Sikap badan dan pandangan.
• Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
• Saat kapan harus memukul bola.
2. Passing
• Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan kebawah)
o Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
o tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
o Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
• Passing Keatas (Pukulan/pengambilan tangan keatas)
o Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
o Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
o Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
o Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan
o Menggunakan gerakan kaki untuk menambah power
3.Smash (spike)
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada di atas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan. Teknik smash Menurut Muhajir Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Smash adalah suatu pukulan yang kuat dimana tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas , sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada di atas net , maka bola dapat dipukul tajam ke bawah. Spike adalah merupakan bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu tim dalam permainan voli.
4.Membendung (blocking)
Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
• Jongkok, bersiap untuk melompat.
• Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
• Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian melakukan block.
Block ada dua macam. 1. block tunggal 2. block ganda Block tunggal adalah membendung bola yang dilakukan oleh satu orang pemain Block ganda adalah membendung bola yang dilakukan oleh dua orang pemain atau lebih. Hal yang harus diperhatikan dalam melakukan block ganda antara lain adalah memadukan langkah kaki dan kerjasama antar blocker dalam menentukan waktu lompatan dan arah pergerakan bola.
5.Libero
Pemain bertahan yang bertugas menjaga area pertahanan tim supaya tidak tembus oleh serangan lawan. Libero yang tugasnya hampir sama dengan pemain bertahan, bebas masuk keluar lapangan tetapi tidak boleh melakukan smash.
Sebuah tim yang mempunyai tingkat kerjasama yang solid dijamin akan memenangkan pertandingan bola volly. Permainan ini menuntut kerja keras, kerja cerdas, dan kekompakan dalam menggalang serangan dan pertahanan.
BAB III
KESIMPULAN & SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas olahraga voli baik dikalangan masyarakat maupun di tingkat Nasional telah melakukan fungsinya. Namun demikian agar olahraga voli ini arif dan bijaksana, maka perlu ada peningkatan sistem penyelenggaraan permainan yaitu selain dalam bentuk ekstrakulikuler di sekolah juga memberikan layanan dalam pertandingan. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Nasional untuk ikut menyehatkan kehidupan bangsa melalui olahraga voli yang tepat, cepat, dan akurat dapat dijangkau oleh kebutuhan masyarakat dan diharapkan mampu menciptakan atlit voli profesional khususnya pada cabang olahraga voli yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia.
B. Saran
Supaya pertumbuhan dan perkembangan olahraga voli berjalan dengan normal, maka sebagai olahragawan harus memotivasi dan merangsang masyarakat umum dalam pertumbuhan dan perkembangan untuk mencintai olahraga supaya keingintahuan tentang olahraga bertambah, dan supaya generasi yang akan datang lebih optimal sehingga bangsa kita tidak tertinggal perkembangannya dalam berbagai bidang terutama dalam bidang olahraga.
BAB IV
PENUTUP
Dengan segala sesuatu tidak akan menjadi kenyataan sebelum kita mengalami sendiri, demikian juga kreasi dan inovasi, marilah kita bangun Indonesia yang sehat dengan olahraga salah satunya dalam bidang olahraga bola voli ini.
DAFTAR PUSTAKA
www.google.com
Langganan:
Postingan (Atom)